Recent Posts

header ads

RISALAH ISLAM DAN UNIVERSALITAS ISLAM


Al-Risalah - Selama kurang lebih 23 tahun,ketika Rasulullah SAW mengabdikan kehidupan beliau untuk mengajak manusia kepada Allah SWT,segala hal yang berkaitan dengan agama ini telah secara sempurna diturunkan. Manusia pun menyatu dan bersepakat bersama beliau.



Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW dengan ajaran suci yang toleran dan syarat yang universal.Ajaran yang memberikan garansi kehidupan mulia dan tenteram bagi manusia, yang akan mengantarkan mereka pada puncak kejayaan dan kesempurnaan.



Risalah islam bukanlah risalah yang terbatas pada lingkup dan ruang tertentu ; hanya untuk satu generasi manusia atau satu kabilah, seperti agama yang terdahulu. Risalah islam adalah risalah yang universal untuk seluruh manusia. Allah tidak menspesifikasi risalah islam hanya untuk satu negeri atau satu masa. Allah SWT berfirman :



“Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Saba’ [34]: 28)



"Katakanlah (Muhammad), Wahaai manusia' Sesungguhnyanya aku ini utusan Allah bagi kamu semua. Yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan & mematikan, maka berimanlahlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya (yaitu) Nabi yang ummi yang ber-iman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah Dia agar kamu mendapat petunjuk." (Al-A'raf [7]: 158)


Didalam sebuah hadits sahih, Rasulullah bersabda :

“Setiap Nabi (Sebelumku) diutus hanya untuk kaumnya, sedangkan aku diutus (orang) berkulit merah dan (orang) berkulit hitam (seluruh manusia).”[1]

Berikut ini, landasan yang menjelaskan universalitas risalah islam

a) Risalah islam tidak mengandung hal yang rumit untuk diyakini manusia sebagai sebuah akidah, atau dipraktikan sebagai sebuah amalan.Allah SWT berfirman :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanya….” (Al-Baqarah [2]: 286)

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesusahan bagimu….” ( Al-Baqarah [2]:185)

“….dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama….”(Al-Hajj [22]: 78)

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya agama ini mudah. Tidak ada seorang pun yang (berjuang dengan) gigih denganya kecuali ia akan mengalahkanya,”[2]

Didalam sebuah hadits marfu’, Rasulullah bersabda :

“Agama yang paling dicintai Allah adalah agama yang suci dan toleran (islam).”[3]

b) Sesuatu yang tidak mutlak dan tidak berubah seiring dengan perubahan ruang dan masa; seperti persoalan aqidah dan ibadah,dijelaskan dengan detail dan rinci. Diterangkan dengan nash-nash yang lengkap. Tidak ada seseorang yang bisa menambahkan atau menguranginya. Adapun sesuatau yang dapat berubah seiring dengan perputaran masa dan perubahan tempat dijelaskan secara umum (mujmal), agar bisa beradaptasi dengan kemaslahatan manusia disetiap masa, dan agar ia dapat dijadikan pedoman bagi para penguasa (ulil-amri) dalam dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.

c) Ajaran-ajaran yang ada di dalm risalah islam untuk menjaga kehormatan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta yang merupakan hal-hal yang secara naluriah selaras dengan fitrah manusia, sesuai dengan logika, sejalan dengan relitas perkembangan, dan cocok untuk setiap tempat dan waktu.Allah SWT berfirman :

“Katakanlah (Muhammad), ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan Untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, ‘Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari kiamat .Demikianlah kami menjelaskan ayt-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui.’ Katakanlah (Muhammad), ‘Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alas an yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu sedangkan Dia tidak menurunkan alas an untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.”(Al-A’raf [7]: 32-33)

“Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat.Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau.(Allah) berfirman,’Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.’(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakanya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung,”(Al-A’raf [7]: 156-157)

Tujuan Risalah Islam

Tujuan yang diusung oleh risalah islam adalah penyucian diri (takziyatul-anfus) menuju pengetahuan sebenarnya tentang Allah dan beribadah kepada-Nya, sekaligus memperkukuh relasi-relasi ke-manusian dan membangunya berlandaskan cinta, kasih saying, persaudaraan, persamaan, dan keadilan; serta mewujudkan kebahagian manusia di dunia dan akhirat.Allah SWT berfirman :

“Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”(Al-Jumu’ah [21]: 107)

Rasulullah SAW bersabda :


“….aku adalah rahmat dan pemberi petunjuk.”[4]





[1] Diriwayatkan oleh Muslim didlam shahih Muslim, Kitab Al-Masjid, Al-Muqaddimah, jilid 1,hlm. 370-371, hadits nomor 3

[2] Diriwayatkan oleh Bukhari di dalam Shahih Bukhari , Kitab Al-Iman, Bab ad-din Yusrun,jilid 1,hlm.116;Nasa’I di dalam Sunan Nasa’I, Kitab Al-Iman, Bab ad-din Yusrun, jilid VIII,hlm. 122, hadits nomor 5034; Baihaqi di dalam Sunan al-Kubra, Kitab as-Shalahah, jilid lll, hlm.18.

[3] Lihat kitab Syarh as-Sunnah, jilid IV, hlm.47.Di dalam Shahih Bukhari, Kitab al-Iman, Bab ad-din Yusrun, jilid 1, hlm.116. Bukhari mengatakan hadits ini mu’allaq.

[4] Lihat Mustadrak Hakim, jilid l, hlm. 35. Redaksi Lengkapnya “ Wahai Manusia, sesungguhnya aku adalah rahmat dan pemberi petunjuk.”Hakim berkata, “Ini adalah hadits shahih, menurut versi Bukhari dan Muslim. Mereka berdua berdasar pada riwayat malik bin Said. Adz-dzahabi juga mengiyakan pendapat yang dikemukakan oleh Hakim. Baihaqi juga meriwayatkan hadits ini di dalam Syu’abul-Iman, jilid ll, hlm.164; Ibnu Said di dalam ath-Thabaqat, jilid lll, hlm. 192. Didalm Gayah Al-Maram, hlm 1. Dan ash-shahihah, hlm.490, Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.